Kamis, 27 September 2012

Sungai-sungai Unik yang ada di Indonesia

Indonesia memiliki sungai-sungai unik yang bisa dijadikan sebagai tempat wisata yang menakjubkan. Berikut sungai-sungai unik yang ada di Indonesia:

Sungai Biskori


Sungai Biskori terdapat di kawasan Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa, Kabupaten Konawe Timur, Kendari, Sulawesi Tenggara. Keunikan sungai ini karena terdapat air terjun dengan tujuh tingkat yang membuat pemandangan yang luar biasa indahnya. Air terjun dengan tujuh tingkat ini dikenal dengan nama air terjun Moramo. Air terjun ini berbeda dengan air terjun pada umumnya. Air terjun Moramo memiliki bentuk yang bertingkat hingga 100 meter ketinggiannya. Dari tujuh tingkat itu, di antaranya terdapat lagi puluhan tingkat-tingkat kecil setinggi setengah hingga satu meteran yang semakin memperindah keelokan tempat ini.

Sungai Tamborasi


Sungai Tamborasi berada di Kecamatan Tamborasi, Kolaka, Sulawesi Tenggara. Sungai ini sangat unik karena hanya memiliki panjang sekitar 20 meter saja. Ini menjadikan sungai ini menjadi sungai terpendek di dunia. Sungai Tamborasi memiliki hulu dan hilir dalam satu tempat yang berdekatan. Letak hulu sungai yang berasal dari mata air yang keluar dari bukit batu kapur hanya berjarak sekitar 20 meter dari hilir yang bermuara langsung ke laut.

Sungai Cisolok


Sungai Cisolok berada di lokasi wisata air panas Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat. Sungai ini unik karena di tengah-tengah sungai, air panas menyembur deras dengan suhu 80 derajat celcius. Semburan air panas muncul dari dalam tanah. Air panas tersebut memancar keluar dengan tekanan yang cukup tinggi dan berada di tengah-tengah sungai. Sungai ini memiliki tiga titik semburan. Semua semburan berasal dari geyser, air panas yang melewati lapisan kerak bumi.

Sungai Kampar


Sungai Kampar terdapat di Desa Teluk Meranti. Desa ini berada di timur laut dari Pekanbaru, Riau. Sungai ini unik karena bisa dijadikan sebagai tempat selancar. Biasanya olahraga surfing atau selancar dilakukan di laut tapi para surfer juga bisa melakukannya di sungai Kampar. Pada waktu-waktu tertentu, timbul ombak besar di Sungai Kampar. Tinggi ombak bisa mencapai enam sampai tujuh meter. Penduduk lokal menyebut ombak besar di Sungai Kampar sebagai Bono.

Sungai Bawah Tanah Gua Pindul


Sungai ini terdapat di dalam gua pindul. Gua Pindul adalah salah satu gua dari serangkaian 7 gua dengan aliran sungai bawah tanah. Gua Pindul terletak di Dus. Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul. Keunikan sungai ini karena sungai ini berada di bawah tanah dan melalui gua yang gelap. Sungai bawah tanah ini memiliki panjang sekitar 300 m dan lebar 5 m.

Sabtu, 22 September 2012

Danau unik dan langka yang ada di Indonesia

Indonesia memiliki banyak danau yang indah. Beberapa di antaranya sangat unik dan sulit ditemukan danau yang seperti itu di tempat lain di dunia. Berikut beberapa danau unik dan langka yang ada di Indonesia:

Danau Kakaban

Danau Kakaban terletak di tengah Pulau Kakaban, Berau, Kalimantan Timur. Danau ini merupakan danau prasejarah dengan air laut yang terperangkap di dalamnya sejak 2 juta tahun silam. Danau Kakaban sangat unik karena merupakan danau air payau dengan biota yang mengalami evolusi selama puluhan ribu tahun sehingga memiliki sifat dan tampilan fisik yang berbeda dengan spesies sejenisnya di laut. Di dalam Danau Kakaban tersebut terdapat ratusan ubur-ubur yang tidak menyengat. Selain itu terdapat berbagai jenis hewan yang hanya terdapat di danau itu.

Danau Labuan Cermin

Danau Labuan Cermin, terletak di Desa Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Danau ini sangat unik karena merupakan campuran antara danau air tawar dan air asin. Danau ini di permukannya merupakan air tawar sementara di dasarnya terdapat aliran air asin. Anehnya, kedua jenis air ini tidak tercampur. Adanya dua jenis air di danau ini membuat kita bisa menemukan Ikan air tawar yang hidup di permukaan sedangkan di bagian bawahnya ada ikan-ikan yang sering di jumpai di laut. Danau ini diberi nama Labuan Cermin karena airnya jernih sekali sehingga kita bisa bercermin di atasnya.

Danau Kelimutu

Danau Kelimutu teletak di puncak Taman Nasional Kelimutu,Pulau Flores, Provinsi NTT. Danau Kelimutu ini terdiri dari 3 danau yang masing-masing punya warna yang berbeda-beda. Danau Kelimutu merupakan satu-satunya danau di dunia yang airnya dapat berubah sendiri warnanya setiap saat. Terkadang air danau Kelimutu berubah jadi cokelat, kehitaman, hingga kekuningan.

Danau Merah Pagaralam

Danau merah terletak di sekitar perbukitan Raje Mandare perbatasan antara Kota Pagaralam dan Kaur, Provinsi Bengkulu. Keunikan danau ini karena permukaan air berwarna merah seperti darah. Anehnya, meskipun dilihat dari permukaan berwarna merah, tapi ketika air diambil menggunakan tangan dan diangkat ke permukaan, justru warnanya bening seperti biasa.

Danau Satonda


Danau Satonda terletak di tengah pulau Satonda, Dompu, NTB. Danau ini mempunyai keunikan karena kadar garam air danau ini lebih tinggi daripada kadar garam air laut. Danau ini juga unik karena memiliki lingkungan yang menyerupai lautan purba ditandai dengan adanya stromatolit di Satonda. Stromalit merupakan bakteri yang hidup dalam lingkungan ekstrem yang muncul pada Zaman Kambrium. Danau satonda menjadi satu-satunya tempat di bumi ini yang sempurna bagi stromatolit ini untuk berkembang pada masa ini. (Indonesiatop.blogspot.com).

Selasa, 28 Agustus 2012

Pohon-pohon asli Indonesia yang bernilai tinggi sejak zaman kuno

Sejak dahulu Indonesia memang dikenal sebagai pulau penghasil tanaman bernilai tinggi. Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditas seperti kapur barus, kayu gaharu, cengkeh, pala,  kepulaga, dan lain-lain yang membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. Pohon-pohon ini telah mengundang bangsa asing untuk datang ke negeri kita.

Bangsa Eropa mencoba mencari daerah yang sangat kaya dengan sumber daya alamnya yang tidak terdapat di belahan dunia manapun. Sebenarnya yang dicari oleh Christopher Colombus itu adalah Hindia atau Indonesia, dan bukan Amerika. Oleh karenanya, ketika Columbus bertemu penduduk asli setempat, ia langsung menyebutnya sebagai Indian. Yang dimaksud Columbus dengan India pada waktu itu bukanlah negeri India yang kita kenal sekarang, tapi adalah wilayahnya di selatan termasuk bagian daripada yang merupakan wilayah Indonesia sekarang. Indonesia waktu itu disebut Eropa dengan Hindia timur karenanya juga Belanda menamakan jajahannya di Nusantara dengan nama Hindia Belanda. Indonesia memang memiliki pohon-pohon bernilai tinggi sehingga banyak yang mencari asal darimana pohon-pohon tersebut berasal.

Berikut pohon-pohon asal Indonesia yang bernilai tinggi sejak zaman dulu:

Cengkeh


Cengkeh adalah rempah-rempah purbakala yang telah dikenal dan digunakan ribuan tahun sebelum masehi. Semerbak harum cengkeh, telah membius banyak negara untuk menemukan sumbernya. Ketika itu di dunia, cengkeh hanya diketahui dapat tumbuh di pulau-pulau kecil di Maluku. Ternate adalah tanah asal cengkeh selain Tidore, Makian, Bacan, dan Moti. Dari kelima pulau ini pohon cengkeh menyebar. Gara-gara harumnya kuncup bunga ini, berbagai bangsa datang mencarinya sampai ke bumi Maluku Utara.

Cengkeh (Syzygium aromaticum, syn/Eugenia aromaticum) adalah tangkai bunga kering beraroma yang berasal dari keluarga pohon Myrtaceae. Dalam bahasa Inggris, cengkeh biasa disebut dengan cloves. Bunga cengkeh merupakan tunas bunga yang berbentuk lonjong dengan panjang rata-rata 1,5-2 cm saat dipanen.

Cengkeh sejak dulu sudah menjadi bahan dagangan yang dicari oleh para pedagang India. Dalam kitab Raghuvamsa karangan Kalidasa yang menurut para ahli hidup sekitar tahun 400 M disebut Lavanga (cengkeh) yang berasal dari dvipantara. Wolter percaya bahwa yang dimaksud dengan dvipantara adalah Kep. Indonesia.

Dari Cina tercatat Dinasti Han, memanfaatkan keharuman cengkeh sebagai penyegar nafas. Pada abad ke-4, pemimpin Dinasti Han dari Tiongkok memerintahkan setiap orang yang mendekatinya untuk mengunyah cengkeh agar nafasnya harum. Semua yang hendak bertemu dan berinteraksi dengan Kaisar Cina diharuskan mengulum atau mengunyah cengkeh untuk menghindarkan kaisar dari bau nafas tak segar.

Selain oleh bangsa Cina, cengkih telah lama digandrungi orang-orang Mesopotamia. Dari penemuan arkeologi peradaban Sumeria (peradaban purba di selatan Mesopotamia, tenggara Irak) diketahui cengkeh sangat populer di Syria pada 2400 SM. Ini bukti yang sangat kuat bahwa perdagangan rempah-rempah dari kepulauan Maluku sudah ada sejak zaman purba. Catatan mengenai popularitas cengkeh dari Maluku dikemukakan arkeolog Giorgio Buccellati. Dari rumah seorang pedagang di Terqa, Efrat Tengah pada 1700 SM, ia menemukan wadah berisi cengkeh.

Pada masa lalu, harga cengkeh cukup mahal. Cengkeh sangatlah mahal pada zaman Romawi. Cengkeh jadi bahan tukar menukar oleh bangsa Arab di abad pertengahan. Pada abad pertengahan (sekitar 1600 Masehi) cengkeh pernah menjadi salah satu rempah yang paling populer dan mahal di Eropa, melebihi harga emas. Pada akhir abad ke 15, orang Portugis membawa banyak cengkeh yang mereka peroleh dari kepulauan Maluku ke Eropa. Pada saat itu, harga 1 kg cengkeh sama dengan harga 7 gram emas. Perdagangan cengkeh akhirnya didominasi oleh orang Belanda pada abad ke 17. Dengan susah payah, orang Perancis berhasil membudidayakan pohon Cengkeh di Mauritius pada tahun 1770. Cengkeh lalu dibudidayakan di Guyana, Brasilia dan Zanzibar. Pada abad ke 17 dan ke 18 di Inggris, harga cengkeh sama dengan harga emas karena tingginya biaya impor.

Cengkeh banyak digunakan sebagai bumbu, baik dalam bentuknya yang utuh atau sebagai bubuk. Minyak esensial dari cengkeh juga mempunyai fungsi anestetik dan antimikrobial. Minyak cengkeh sering digunakan untuk menghilangkan bau nafas dan untuk menghilangkan sakit gigi. Rempah-rempah ini telah menjadi barang berharga yang dapat digunakan untuk aneka keperluan mulai dari perasa makanan, minuman, obat-obatan, dan rokok.

Pala


The island can be smelled before it can be seen, demikian ungkap Giles Milton mengawali bukunya Nathaniels Nutmeg. Ungkapan itu kurang-lebih bermakna; kepulauan Banda dapat tercium wanginya sebelum pulaunya terlihat. Maka terbayangkan betapa luar biasa Banda dengan Pala-nya saat itu. Dalam perdagangan internasional, pala Indonesia dikenal dengan nama ”Banda nutmeg”.  Pala merupakan tanaman buah asli Indonesia, khususnya Banda dan pulau-pulau Maluku lainnya. Tanaman ini kemudian tersebar di Pulau Jawa. Sejak itu, pembudidayaan pala terus meluas sampai Sumatera. Pala kini tidak lagi "monopoli" orang Banda Naira. Sekarang sudah ada pala Grenada, yang menjadikan pala sebagai salah satu ekspor andalan mereka.

Pala, yang dalam bahasa latin disebut Myristica Fragrant Houtt atau di Cina dikenal Loahau, sementara di India disebut Jadikeir. Buahnya bulat sampai lonjong, berwarna hijau kekuning-kuningan. Daging buahnya/ pericarp tebal dan rasanya asam.

Dalam sejarah, Eropa baru mengenal pala pada abad ke-11 melalui para saudagar Arab, meskipun ada dugaan, pala telah dikenal masyarakat Mesir kuno yang digunakan untuk mengawetkan mummi.

Menurut catatan Fransisco de Alburquerque, seorang saudagar Portugis, Cina sejak kurang lebih 600 tahun telah berdagang dan menetap di Banda Naira jauh sebelum mereka, dan bangsa Arab. Bukti lain yang mendukung, adanya peta jalur perdagangan kuno yang membentang dari daratan Cina hingga ke Banda Naira, yang dikenal dengan silk route atau "jalur sutra".

Bangsa-bangsa dari benua Eropa pada abad pertengahan datang ke Indonesia untuk mendapatkan Pala. Harga biji dan bunga pala saat itu lebih mahal dari harga emas. Pentingnya Pala membuat Belanda sampai menukar Pulau Run di kepulauan Banda, Maluku dengan Pulau Manhattan (New Amsterdam) di Amerika Serikat. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1667 dalam perjanjian Treaty of Breda. Inggris dan Belanda menandatangani Perjanjian Breda (Treaty of Breda). Belanda memilih menyerahkan Manhattan kepada Inggris dan menukarnya dengan pulau Run. Bagi Belanda ketika itu, Pulau Run lebih penting dibandingkan dengan Manhattan hanya untuk buah pala.

Buah ini digunakan pada masakan daging di negara-negara seperti; Arab, Iran, dan utara India. Di India, masakan seperti masala adalah mengandung pala, demikian pula ras el hanout dari Moroko, dan galat dagga dari Tunisia, serta baharat dari Arab Saudi.

Selain sebagai rempah-rempah, pala juga berfungsi sebagai tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan, minuman dan kosmetik. Dalam hal ini, kulit batang dan daun pala, serta Fuli. Fuli adalah benda untuk menyelimuti biji buah pala yang berbentuk seperti anyaman pala, atau disebut "bunga pala".

Adapun biji pala jarang dimanfaatkan oleh orang-orang pribumi sebagai rempah-rempah. Padahal biji pala sesungguhnya dapat meringankan semua rasa sakit dan rasa nyeri yang disebabkan oleh kedinginan dan masuk angin dalam lambung dan usus. Juga sangat baik untuk obat pencernaan yang terganggu, obat muntah-muntah dan lain-lain.


Gaharu

“Sudah gaharu cendana pula”, itulah ungkapan sejak ratusan tahun yang lalu. Dari ungkapan tersebut dapat diketahui bahwa garahu dan cendana sudah dikenal sejak lama dan memiliki nilai tinggi. Kedua jenis kayu tersebut melambangkan kemakmuran.

Gaharu (Aquilaria spp.) merupakan komoditas langka dan spesies asli Indonesia. Gaharu berarti harum yang berasal dari bahasa Melayu, atau dari Bahasa Sansekerta ‘aguru’, berarti ‘kayu berat (tenggelam)’. Gaharu adalah bahan parfum yang diperoleh dari hasil ekstraksi resin dan kayunya. Dilihat dari wujud dan manfaatnya, gaharu memang sangat unik. Gaharu sebenarnya sebuah produk yang berbentuk gumpalan padat berwarna coklat kehitaman sampai hitam dan berbau harum yang terdapat pada bagian kayu atau akar tanaman pohon induk  (misalnya: Aquilaria M.) yang telah mengalami proses perubahan fisika dan kimia akibat terinfeksi oleh sejenis jamur. Oleh sebab itu tidak semua pohon penghasil gaharu mengandung gaharu. Gaharu sebenarnya adalah hasil persenyawaan enzim jamur tertentu yang menginfeksi kayu/pohon gaharu . Persenyawaan itu menghasilkan damar wangi yang kemudian dikenal sebagai gaharu.

Gaharu sudah dikenal sebagai komoditas penting, semenjak jaman Mesir Kuno. Mumi mesir, selain diberi rempah-rempah (kayumanis, cengkeh), juga diberi cendana dan gaharu. Di pasar internasional, gaharu diperdagangkan dalam bentuk kayu, serbuk, dan minyak.

Gaharu sudah dikenal sebagai komoditas termahal dan konsumsi raja-raja semenjak kerajaan kuno Mesir, Babilonia, Mesopotamia, Romawi, dan Yunani. Mumi-mumi di Mesir, selain diolesi kayu manis dan cengkeh, juga diberi minyak mur, minyak cendana, dan minyak gaharu.

Sejarah telah membuktikan bahwa keharuman gaharu telah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu. Sejak zaman dahulu, gaharu menjadi komoditas perdagangan dari kepulauan nusantara antara lain ke India, Persia, Jazirah Arab, dan Afrika Timur.

Gaharu sejak zaman dahulu kala sudah digunakan, baik oleh kalangan bangsawan (kerajaan) hingga masyarakat suku pedalaman di pulau Sumatera dan pulau Kalimantan. Gaharu adalah bahan aromatik termahal di dunia. Gaharu adalah bahan parfum, kosmetik dan obat-obatan (farmasi).

Indonesia merupakan negara produsen gaharu terbesar di dunia dengan kualitas terbaik. Manfaat gaharu antara lain getahnya untuk bahan pembuatan hio dan dupa serta industri kosmetik, sedangkan pohonnya berguna untuk konservasi lingkungan karena secara baik mampu menyerap air. Gaharu merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat di negara-negara Timur Tengah yang digunakan sebagai dupa untuk ritual keagamaan. Masyarakat di Asia Timur juga menggunakannya sebagai hio. Minyak gaharu merupakan bahan baku yang sangat mahal dan terkenal untuk industri kosmetika seperti parfum, sabun, lotions, pembersih muka serta obat-obatan seperti obat hepatitis, liver, antialergi, obat batuk, penenang sakit perut, rhematik, malaria, asma, TBC, kanker, tonikum, dan aroma terapi.


Kapur barus

Pada al-Qur’an surat al-Insan (76) ayat ke 5 menyebutkan: “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan akan meminum dari gelas, minuman yang dicampur kafur”. ( AlQuran 76:5). Kafur yang dimaksud ayat itu menurut beberapa pendapat adalah kapur barus.  Dari konteks ayat tersebut jelas bahwa kafur merupakan sesuatu yang mewah dan istimewa.

Keberadaan kafur ini telah dicatat oleh Ptolemy, geograf Yunani yang dinyatakan berasal dari Barus (Barousai). Barus ini merupakan sebuah daerah di sekitar utara Sumatera. Sebuah peta kuno yang dibuat Claudius Ptolemos, dari Yunani pada abad ke-2 Masehi ini, bahwa di pesisir sumatera telah terdapat sebuah Bandar niaga bernama Baraosai yang menghasilkan wewangian dan kapur barus.

Nama Ilmiah dari Kapur Barus yaitu Cinnamomum camphora. Kapur barus disebut juga dengan kamfer (atau camphor dalam bahasa Inggris). Tanaman ini adalah pohon besar, tinggi hingga 65 m atau bahkan 75 m, ditemukan di hutan campuran pada tanah yang dalam humat berpasir kuning. Tanaman ini adalah kayu keras berat. Kamfer tersebut diambil dari bagian tengah pohon kapur. Kamfer dahulu kala dibuat dari potongan kayu batang pohon Cinnamomum camphora. Dimana potongan-potongan kecil kayu ini direbus dan melalui proses penyulingan dan penghabluran diperoleh kristal kamfer sebagai bahan baku untuk diproses di pabrik.

Kapur barus inilah salah satu hal yang menarik para pedagang Cina, India, Parsi, Arab, Turki, dan Eropa datang ke Barus. Sedemikian tersohornya kota Barus sebagai penghasil bahan baku kamfer sejak abad ke 9, hingga semua saudagar dari seluruh penjuru dunia berlayar ke Barus untuk membeli kayu penghasil kamfer ini.

Sejak abad ke-4 sampai abad ke-10 Masehi atau sesudahnya, kapur barus atau kamper merupakan barang komoditas di sebagian besar dunia, dari Cina sampai kawasan Laut Tengah (meliputi Indocina, Asia Tenggara, India, Persia, Timur Tengah, bahkan Afrika). Sumber tertua yang menyebutkan kamper adalah catatan seorang pedagang Cina awal abad ke-4 Masehi, yang menelusuri Jalur Sutra. Di Barat, catatan tertua tentang kamper berasal dari tulisan seorang dokter Yunani yang tinggal di Mesopotamia, bernama Actius (502-578). Sementara itu, kronik Dinasti Liang (502-557) di Cina mengaitkan kamper dengan sebuah daerah yang nanti dikenal dengan Barus.

Mesir diketahui telah mengimpor sejumlah komoditi dari selatan, di antaranya kapur Barus dari kota Barus di pesisir timur Sumatera. Kapur Barus yang diolah dari kayu kamfer telah dibawa ke Mesir untuk dipergunakan bagi pembalseman mayat pada zaman kekuasaan Firaun sejak Ramses II atau sekitar 5. 000 tahun sebelum masehi.

Pada zaman dulu, Kapur Barus sudah menjadi barang yang sangat penting sehingga Banyak orang Eropa dan Timur Tengah berdatangan ke Barus. Menurut Marco Polo, harga kapur barus semahal emas dengan berat yang sama.

Tapi sayang dewasa ini kapur barus diproduksi tidak lagi memakai bahan baku kayu pohon kamfer, tetapi dibuat secara sintesis dari minyak terpentin. Kapur atau kamfer dari Barus berbeda dengan kapur barus yang digunakan masyarakat modern untuk membasmi serangga atau rayap.  Kamfer dari Barus penting untuk farmasi atau pengobatan kuno, pembalseman mummi (mummy),  obat dan wewangian.


Cendana


Tome Pires dalam bukunya Suma Oriental (1514) menulis bahwa para pedagang sering mengatakan "Tuhan menciptakan Maluku untuk cengkeh, Banda untuk pala, dan Timor untuk kayu cendana".

Cendana (Santalum album L.) adalah tanaman khas yang tumbuh di Pulau Timor dan Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur. Konon karena pohon cendana inilah pulau Sumba kemudian mendapatkan julukan sebagai Sandalwood Island.

Sejarah membuktikan, bahwa cendana telah diperjualbelikan sejak abad ke-3. Waktu itu banyak kapal dagang yang datang ke Pulau Timor dan Pulau Sumba, kemudian diangkut ke pelabuhan transito di wilayah Indonesia bagian barat (Sriwijaya) untuk selanjutnya diteruskan ke India. Hal tersebut menarik perhatian bangsa-bangsa lain, hingga pada abad ke-15 datanglah bangsa Eropa (Portugis, Belanda) ke Pulau Timor untuk melakukan transaksi cendana. Sejak itu perdagangan cendana semakin marak, di Pulau Timor terdapat 12 pelabuhan yang ramai dikunjungi kapal dagang mancanegara. Banyak pedagang dari wilayah Indonesia bagian barat dan Cina berlayar ke berbagai wilayah penghasil cendana di Nusa Tenggara Timur terutama Pulau Sumba dan Pulau Timor.

Oemerling dalam bukunya The Timor Problem menuliskan bahwa penyelidikan sumber-sumber Cina yang kuat menyatakan bahwa Timor sudah menghasilkan kayu cendana untuk pasaran Asia ratusan tahun sebelum Vasco da Gama berlayar mengelilingi Tanjung Pengharapan Baik. Inspektur Cina Chau Yu Kua pada tahun 1225 telah menulis bahwa Timor kaya dengan kayu cendana dan telah melakukan hubungan perdagangan dengan Jawa.

Schrieke (1925) menegaskan bahwa paling lambat tahun 1400, atau mungkin sudah sejak sebelumnya, Timor telah dikunjungi oleh para pedagang dari pelabuhan-pelabuhan Jawa secara teratur. Para pedagang Islam dari India sejak tahun 1400 telah berdiam di kota pelabuhan jawa bagian Timur sehingga mereka juga telah mengadakan kontak perdagangan cendana dengan Timor. Minyak cendana sudah termasyur di Asia Timur sejak dahulu kala karena kasiatnya.

Sejak jaman kuno cendana telah dipergunakan oleh orang Hindu dan Cina sebagai dupa dalam rangka upacara keagamaan dan kematian. Di samping itu orang Hindu menggunakan tepung cendana sebagai bedak pelabur kulit untuk membedakan kasta Brahmana dan kasta lainnya. Kayu cendana juga dimanfaatkan untuk patung, bahan kerajinan dan perkakas rumah tangga. Dalam pembakaran mayat orang Hindu kadang-kadang digunakan pula kayu cendana. Minyak cendana yang wangi baunya digunakan sebagai bahan pengobatan dan campuran minyak wangi (parfum).

Greshoof (1894-1909) menuliskan bahwa para tabib Arab sudah mengenal minyak cendana sejak tahun 1000 Masehi. Cendana dikenal sebagai barang mewah di Eropa khususnya perusaha farmasinya. India sejak perang dunia pertama memasarkan minyak cendana ke Eropa dan lebih mengambil keuntungan besar dari Timor karena Timor saja yang menghasilkan kayu cendana - (Risseuw 1950). Selain pelabuhan Fatumean / Batumean (Tun Am - Amanatun), juga ada pelabuhan dagang yang ramai dikunjungi seperti Kamanasa, Mena, Sorbian, Samoro, Ade (Timor, Ende et Solor par Godinho en 1611).


Sebenarnya masih banyak tanaman Indonesia yang bernilai tinggi selain dari yang disebutkan di atas. Jika semua itu kita kembangkan bukan tidak mungkin hasil alam Indonesia itu akan dapat membuat rakyat di Indonesia lebih sejahtera.

Kamis, 02 Agustus 2012

Mesjid-mesjid ajaib yang ada di Indonesia

Pada bulan Ramadhan ini Indonesiatop.blogspot.com akan menulis tentang mesjid-mesjid yang memiliki arsitektur lain dari biasanya. Indonesia memiliki banyak mesjid yang unik dan beberapa memiliki arsitektur yang bisa dibilang ajaib.

Berikut mesjid-mesjid dengan arsitektur ajaib di Indonesia


Masjid Apung Al-Munawarah Ternate

Masjid Raya Al-Munawarah Ternate terletak di Ternate Maluku Utara. Mesjid ini jika dipandang dari arah laut ke daratan terlihat seperti terapung di atas lautan sehingga mesjid ini juga disebut dengan Masjid Apung. Sebenarnya masjid ini tidak benar-benar terapung. Masjid ini memiliki empat menara dimana dua diantara menara tersebut dibangun di atas air. Kedua menara tersebut disangga oleh fondasi yang tertanam ke dasar laut. Mesjid ini sangat indah dipandang mata.



Masjid bentuk kubus, Masjid Al Irsyad

Mesjid Al Irsyad terletak di kota Mandiri Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung. Mesjid ini begitu tampak luar biasa. Masjid yang dirancang oleh Ridwan Kamil ini didesain mirip Ka’bah. Dinding masjid ini detailnya dibentuk tulisan kaligrafi dengan kalimat As-Syahadah. Mesjid ini terlihat ajaib terutama jika malam datang, cahaya terang memancar dari dalam masjid dan membuat tulisan kalimat As-Syahadah itu jelas terlihat dengan indahnya. Uniknya lagi, tempat di bagian depan, tempat imam memimpin shalat (mihrab) tidak ada dinding, namun pemandangan lepas ke luar sehingga cahaya matahari bisa masuk.


Masjid Tiban Turen

Masjid Tiban Turen merupakan mesjid yang terdapat di Pondok Pesantren Salafiyah, Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah di Malang, Jawa Timur. Kyai Ahmad merupakan perintis Pondok Pesantren sejak 1963 sekaligus arsitek dari bangunan megah ini. Hampir seluruh bagian masjid penuh dengan ukiran dan kaligrafi cantik. Masyarakat sekitar ada yang bilang bahwa ini memang masjid ajaib karena itu disebut dengan sebutan "masjid tiban" alias masjid yang "tiba-tiba ada". Masjid ini sebenarnya merupakan bagian kompleks pondok pesantren yang dibangun oleh santri dan jamaah. Arsitektur mesjid ini begitu mengagumkan mirip seperti bangunan kerajaan di negeri dongeng.


Mesjid dalam Perut Bumi, Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi

Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi terletak di Tuban, Jawa Timur. Awalnya, Masjid Aschabul Kahfi merupakan gua alami yang berbatu dan tandus tak terawat. Kemudian KH Shubhan memiliki ide kreatif untuk mengalihfungsikan gua tersebut sebagai tempat ibadah. Masjid ini hanya terlihat bagian gerbangnya saja dari luar, bangunan lainnya berada di dalam perut bumi layaknya sebuah gua.





Masjid  Kubah Emas Dian Al Mahri

Masjid Dian Al Mahri terletak di Depok, Jawa Barat. Pembangunan masjid  ini diprakarsai oleh pasangan Hj. Dian Juriah M. Alrasjid dan Drs. H. Maimun Alrasjid, dengan arsitek Uke G. Setiawan. Mesjid ini mempunyai kubah yang luar biasa karena berlapis emas 24 karat setebal 1 - 2 milimeter. Di dalam mesjid langit-langit kubah berganti warna di tiap waktu shalat yang diatur oleh teknologi yang diprogram dengan menggunakan komputer. Mesjid Kubah emas ini sangat indah dan membuat kagum bagi siapa saja yang melihatnya.

Jumat, 22 Juni 2012

Ibukota Indonesia pindah?

Jakarta merupakan Ibukota Republik Indonesia. Jakarta dengan luas sekitar 650 km2 kini menampung penduduk setidaknya 9,5  juta jiwa, yang terus bertambah setiap tahun. Kini Jakarta berada di ambang ancaman over populasi, ancaman banjir besar, serta ancaman kemacetan total. Ada penelitian bahwa ibukota jakarta diperkirakan akan mengalami lumpuh total dalam hal transportasi darat pada tahun 2015. Juga diperkirakan 90 persen dari luas Jakarta akan terendam banjir pada tahun 2050. Selain banjir, Jakarta juga dikhawatirkan terancam bencana sebab Jakarta begitu dekat dengan gunung Krakatau. Sebagian ahli geologi memperkirakan letusan Krakatau akan kembali terulang antara tahun 2015-2083. 

Karena beberapa alasan kini timbul wacana pemindahan ibukota baru untuk Indonesia. Perpindahan ibukota atau pusat pemerintahan negara adalah sesuatu yang sangat biasa, karena pernah dilakukan oleh banyak negara. Negara yang berpindah ibukota diantaranya adalah Turki memindahkan ibukota dari Istanbul ke Ankara, Brazil memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia, Amerika Serikat dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, serta Jerman dari Bonn ke Berlin.

Dari berbagai kota di Indonesia, ada beberapa kota yang mungkin bisa dipertimbangkan sebagai Ibukota baru:

Kota-kota kuno yang pernah menjadi pusat nusantara

Indonesia memiliki kota-kota kuno yang pernah menjadi pusat kerajaan besar di nusantara. Jika kerajaan kuno di Indonesia memilih kota-kota ini jadi pusat kerajaannya mungkin Indonesia juga bisa mempertimbangkannya menjadi Ibukota Indonesia. Berikut kota tersebut:

Kota Palembang

Palembang dulu pernah menjadi pusat nusantara karena Palembang pernah menjadi ibu kota kerajaan Sriwijaya yang menguasai nusantara pada waktu itu. Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia, hal ini didasarkan pada prasasti Kedukan Bukit (683 M) yang diketemukan di Bukit Siguntang, sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota yang merupakan ibukota Kerajaan Sriwijaya pada tanggal 16 Juni 683 Masehi. Palembang dipilih menjadi ibukota Sriwijaya mungkin karena selain kondisi alam kota Palembang yang diapit dua teluk, juga letak strategis kota ini yang terdapat Pulau Bangka di depannya yang merupakan jalur memutar dari Malaka menuju Cina.


Kota Trowulan

Kota Trowulan terletak di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Trowulan pernah menjadi Ibukota Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan terbesar yang pernah menguasai Nusantara. Majapahit adalah sebuah kerajaan di Indonesia yang pernah berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kini masih dapat dilihat peninggalan dari kota Trowulan yang dapat dilihat bangunan-bangunan bata berupa candi, gapura, kolam, dan salurah-saluran air di muka tanah maupun di bawah tanah yang seluruhnya mengindikasikan sebuah kota yang sudah cukup maju untuk masa itu. Alasan Majapahit menjadikan Trowulan sebagai pusat Majapahit diduga merupakan bagian dari strategi  agar tidak mudah diserang oleh musuh karena biasanya pusat kerajaan di zaman dulu itu selalu berada di kawasan pantai yang memudahkan musuh menyerang dengan armada lautnya.


Kota Makassar

Makassar pernah menjadi ibukota kerajaan kembar Gowa-Tallo. Kerajaan Gowa-Tallo atau juga disebut Makassar merupakan kerajaan besar dan berkuasa atas jalur perdagangan Nusantara. Para pakar sejarah dan budayawan sepakat hari kelahiran Kota Makassar jatuh pada 9 November 1607. Pada Abad ke-16 "Makassar" sudah menjadi ibu kota Kerajaan Gowa. Kota Makassar memiliki letak yang strategis dan juga memiliki pelabuhan yang baik. Di abad ke-16, Makassar sudah termasuk dalam peta pelaut-pelaut dunia sebagai kota pelabuhan besar di nusantara. 



Kota-kota  yang pernah menjadi ibukota indonesia


Dulu Indonesia pernah berpindah Ibukota dari Jakarta ke  kota lain untuk mempertahankan keberadaan NKRI. Kota-kota ini mungkin bisa dipertimbangkan kembali menjadi Ibukota Indonesia.

Kota Yogyakarta

Yogya pernah menjadi Ibukota negara Indonesia. Setelah Belanda dan sekutunya melancarkan serangannya ke Indonesia, pemerintah Republik Indonesia memindahkan ibu kota dari Jakarta ke kota Yogyakarta pada tanggal 4 Januari 1946. Yogyakarta dipilih karena semua rakyatnya dikendalikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX selain itu alasan geografis dimana Yogyakarta tepat berada di jantung pulau Jawa. Yogjakarta juga dikelilingi oleh dua benteng alam yakni Gunung Merapi di utara dan samudera hindia di selatan, membuat kota ini tidak mudah untuk ditaklukkan.

Kota Bukitinggi

Bukittinggi Pernah Menjadi Ibukota Negara Indonesia. Pada tanggal 19 Desember 1948 kota Bukitinggi ini ditunjuk sebagai ibukota negara Indonesia setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda atau dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Serupa dengan Yogjakarta, Kota ini dikelilingi oleh benteng alam yang bisa menyulitkan musuh menyerang kota ini. Ada Gunung Merapi di barat, Gunung Singgalang di selatan dan Lembah Sianok di utara dan barat.

Kota Bireun

Walau hanya seminggu, tahun 1948 Bireuen pernah menjadi ibukota Republik Indonesia yang ketiga setelah Yogyakarta dan Bukittinggi jatuh ke tangan Belanda dalam agresi kedua Belanda. Soekarno hanya berada seminggu di Bireuen dan seluruh aktivitas Republik Indonesia waktu itu dipusatkan di jantung kota. Pada waktu itu Soekarno menginap dan mengendalikan pusat pemerintahan RI di kediaman Kolonel Hussein Joesoef di Bireun. Presiden Soekarno terpaksa mengasingkan diri ke Aceh. Tepatnya di Bireuen, yang relatif aman. Secara geografis, Bireuen terletak di daerah perbukitan. 


Kota-kota yang pernah diusulkan menjadi ibukota Indonesia


Wacana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke kota lain pernah diusulkan sejak dulu.

Kota Bandung

Pada era awal tahun 1920-an, pemerintah kolonial Belanda pernah membuat perencanaan untuk memindahkan ibukotanya dari Batavia ke Bandung. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal J.P. Graaf van Limburg Stirum (1916-1921), timbul gagasan untuk memindahkan ibukota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung. Oleh karenanya, mereka pun membangun barak-barak militer dan bangunan untuk kantor pemerintahan. Gedung Sate adalah salah satu diantaranya, dan sedianya diperuntukkan bagi gedung pemerintahan pusat. Udara Kota Bandung yang berhawa sejuk mendukung sebagai pusat pemerintahan.

Kota Palangkaraya

Wacana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kota Palangkaraya pernah diungkapkan Presiden pertama RI Soekarno saat meresmikan Palangkaraya sebagai ibu kota Provinsi Kalteng pada 1957. Soekarno bahkan merancang sendiri kota yang diimpikannya menjadi ibukota masa depan Indonesia. Soekarno membayangkan di pusat kotanya itu ada jalan raya, ada bundaran HI dan Tugu Selamat datang seperti di Jakarta. Di tengah Palangkaraya sudah dibangun sebuah bundaran yang dilengkapi enam persimpangan jalan. Rencana kawasan pembangunan kota Palangkaraya mencakup areal seluas 2.600 km persegi atau tiga kali lipat luas Jakarta saat ini. Palangkaraya yang terletak di Pulau Kalimantan berdekatan dengan sejumlah negara, seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura. Lokasi ini dinilai strategis karena tidak terlalu ke barat ataupun timur. Palangkaraya juga adalah daerah aman gempa karena tidak masuk ring of fire dan tidak ada gunung berapi disana.


Kota Jonggol

Pada massa era Presiden Soeharto sekitar akhir dekade 1980-an pernah muncul ide memindahkan ibukota ke Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ratusan hektar lahan di kawasan ini pernah dibebaskan oleh sejumlah pengembang. Salah satunya PT Bukit Jonggol Asri (BJA) yang saham mayoritasnya milik Bambang Trihatmodjo, putra mantan Presiden Soeharto. Perusahaan itu mengalokasikan lahan sedikitnya 30 ribu Ha yang terbentang dari Kecamatan Citeureup sampai Kabupaten Cianjur. Sekitar 24 desa di tiga kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur pernah direncanakan akan disulap menjadi kota metropolitan. Jonggol dari sudut lokasi dianggap ideal untuk memecah beban Jakarta. Selain luas, Jonggol juga dekat dengan Jakarta sehingga memudahkan proses pemindahan ibukota.


Indonesia mempunyai banyak kota yang tersebar di berbagai pulau yang bisa dipilih sebagai Ibukota baru tapi untuk memindahkan Ibukota, Pemerintah harus lebih dulu mengkaji secara cermat rencana pemindahan, termasuk menghitung biaya yang harus dikeluarkan. Kota yang akan menjadi ibukota nantinya harus memiliki wilayah cukup luas, aman dari bencana, sudah memiliki infrastruktur terutama jalan raya, bandara, dan stasiun kereta api.